Keterkaitan kebudayaan keluarga individu dengan masyarakat

Keterkaitan kebudayaan keluarga individu dengan masyarakat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama   :           Bagus Permadi

Kelas   :           1IA19

NPM    :           51410302

Universitas Gunadarma

Kalimalang

2011

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

puji syukur Kehadirat TUHAN YANG MAHA ESA. Karena dengan rahmat dan ridhonya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan selesai tepat pada waktunya. Dalam makalah ini saya membuat penjelasan tentang Keterkaitan budaya keluarga Individu dengan budaya masyarakat. Mungkin dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan yang mungkin saya buat, Maka dari itu saya mohon saran dan kritik dari teman-teman maupun dosen, Demi tercapainya makalah yang lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat berguna bagi para pembaca dan dapat bermanfaat bagi orang-orang yang membacanya dan tujuan dari maklah ini semoga dapat dimanfaatkan dan dipahami oleh para pembaca sekalian.

Bekasi, 20 April 2011

Bagus Permadi

 

 

 

 

 

Daftar isi

 

Cover / Judul   …………………………………………………………………………………………………………….    1

Kata Pengantar     ………………………………………………………………………………………………………     2

Daftar Isi     ………………………………………………………………………………………………………………….     3

Bab 1     ………………………………………………………………………………………………………………………..    4

Latar Belakang     ……………………………………………………………………………………………………….     4

Sasaran     …………………………………………………………………………………………………………………….    4

Tujuan     ……………………………………………………………………………………………………………………..     4

Bab 2     ………………………………………………………………………………………………………………………..    5

Kebudayaan keluarga dan masyarakat………………………………………………………………………    5

Bab 3     ………………………………………………………………………………………………………………………..    11

Kesimpulan     …………………………………………………………………………………………………………….     11

Saran     ……………………………………………………………………………………………………………………….     11

Referensi     ………………………………………………………………………………………………………………..     11

 

 

 

BAB I

Latar belakang

Hidup manusia tidak pernah lepas dari budaya untuk bersosialisasi bersama orang lain dan masyarakat. Dan kebudayaan yang ada di seluruh penjuru dunia tercipta dari hubungan sesama  yang tidak lain bertujuan memperbaiki pandangan,akhlak dan perilaku kita terhadap satu sama lain dalam kehidupan bersama. Faktor-faktor yang dapat mewujudkan kebudayaan seperti itu adalah : dengan memperdalam kembali tentang kebudayaan lingkungan sosial dimana kita hidup dan berada, mulai dari lingkungan keluarga awal yang paling dekat dengan kita,sampai yang lebih luas, seperti lingkungan masyarakat,Bangsa dan Negara. Selain itu, perlu juga melihat silsilah agama yang dapat membangun keterlibatan sosial dari setiap individu , yang terwujud dalam berbagai bentuk interaksi sosial. Disini akan membahas beberapa pendalam dan aplikasi dari kebudayaan sekitar yang penting mendapat perhatian dalam membangun hubungan yang harmonis, sejahtera dan damai satu sama lain dengan perbedaan kebudayaan itu sendiri.

Sasaran

Makalah ini dibuat ditujukan kepada banyak orang agar mereka dapat mengaplikasikan bagaimana cara menghargai diri sendiri dan orang lain juga ndapat menyesuaikandiri dalam menjalani hidup mereka dalam perbedaan sikap,sifat dan kebudayaan. Oleh karena itu dalam bagian pembahasan ini dijelaskan tentang kebudayaan lingkungana wal individu yaitu dari keluarga, dan sampai pada keterkaitannya pada kebudayaan masyarakat. dan Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat membantu para pembaca agar lebih dapat memperbaiki akhlak dan sifat dalam perbedaan kebudayaan disekitarnya ataupun di kalangan umum.

Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini adalah agar para pembaca makalah yang saya buat ini mengaplikasikan isi dari apa yang di maksudkan makalah ini. Sehingga dapat memperbaiki sikap dan kepribadian para pembaca terutama dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sekitarnya, sehingga dapat membentuk pribadi yang baik dan dapat diterima lingkungan sekitarnya dalam menjalani kehidupannya.

BAB II

 

Kebudayaan keluarga individu dan masyarakat

Lingkungan paling awal tempat individu tinggal dan membentuk kepribadian adalah keluarga, dan saat individu tersebut mulai berinteraksi dengan lingkungan paling dekat dan melanjutkan ke lingkungan sosial tempat kita untuk kedua kalinya mengadakan kontak sosial, sampai ke lingkungan yang lebih luas yang semakin memiliki banyak perbedaan kebudayaan yang dapat membentuk kepribadian individu itu sendiri. Lingkungan yang paling dekat dengan kita serta paling berpengaruh dalam hidup berbudaya adalah lingkungan sosial awal, yakni keluarga, yang kemudian dilanjutkan dengan lingkungan kelompok pertemanan atau kelompok masyarakat luas yang dapat mempengaruhi budaya dari kehidupan individu itu sendiri. Keluarga adalah lingkungan paling utama di mana kita mengalami cara berinteraksi dan berkomunikasi yang sangat intensif untuk proses pembelajaran selanjutnya seperti pada, lingkungan tempat kita menjalani proses sosialisasi berbagai kebudayaan manusia. Kelompok pertemanan atau kelompok masyarakat merupakan lingkungan sosial yang paling mempengaruhi juga selain keluarga, dimana kekeluargaan dari keluarga sendiri menjadi ciri khas untuk dapat membedakan satu sama lain dan sangat penting untuk membuat suatu hubungan kekeluargaan dengan masyarakat luas yang mempunyai ciri kebudayaan berbeda. Pada fase ini merupakan dimana seseorang mulai belajar memasuki dunia luar yang lebih luas. Walau lingkungan keluarga mempunyai budaya yang berbeda dengan kelompok pertemanan atau kelompok permainan kita yang digolongkan sebagai pembentuk pribadi baru dengan keterkaitan budaya satu sama lain.  namun dalam pembahasan selanjutnya kita akan lebih banyak membahas lingkungan keterkaitan budaya keluarga dan masyarakat itu sendiri, karena itulah yang menjadi fokus utama dalam bahasan ini. Membahas kebudayaan sebuah keluarga tidak lain membahas kehidupan masyarakat dalam kaitan erat dengan banyak kebudayaan orang-orang di seluruh dunia,yang dalam banyak aspek mempunyai hubungan paling dekat dengan kita, hidup dan tinggal dalam satu komunitas yang sangat berbeda kebudayaannya. Sering digambarkan bahwa kehidupan seseorang, dengan segala warna dan karakteristiknya yang khas, sangat ditentukan oleh kebudayaan dari mana dia berasal. Ada yang dididik dan dibesarkan dalam keluarga baik-baik, dan ada juga yang berlatar belakang keluarga yang buruk. Namun sebagai seorang makhluk sosial dalam sebuah keluarga yang berbudaya, dengan berinteraksi dengan banyak lingkungan dengan budaya yang berbeda Kita dapat membentuk kepribadian baru dengan memadukan berbagai macam budaya.

  1. A.    Keluarga dan kelompok masyarakat sekitar

 

  1. 1.      keluarga

Keluarga merupakan kelompok manusia terkecil dan tempat pertama kali individu untuk hidup juga tempat pertama kali budaya manusia itu terbentuk. Keluarga terbentuk melalui suatu ikatan perkawinan atau oleh hubungan daradan keturunan. Dengan berdasarkan pada keluarga inti, dimana anggotanya terdiri atas ayah dan ibu beserta anak-anak kandung mereka atau anak-anak yang diadopsi dan dianggap serta diperlakukan sebagai anak kandung sendiri. Dan pada keluarga yang sifatnya meluas memeiliki anggota tidak hanya terdiri dari keluarga inti, melainkan didalamnya masih ada anggota lain seperti kakek-nenek, cucu, keponakan, tante, sepupu, dan sebagainya. Pada kasus lain juga terdapat keluarga yang tidak seperti keluarga inti atau tidak memiliki ayah,ibu dan saudara kandung, melainkan hanya terdiri dari orang-orang yang memiliki satu tujuan dan keyakinan untuk hidup bersamam, seperti : teman dalam satu perguruan, sekolompok penganut agama yang sama, kelompok orang-orang manula, dan sebagainya. Bagaimanapun bentuk keluarga yang ada di sekitar kita, keluarga inti merupakan faktor awal pembentuk kepribadian suatu individu dalam membentuk budaya yang berkaitan dengan kehidupan sosial.

  1. Kelompok masyarakat sekitar

Selain keluarga, terdapat juga suatu kelompok dengan hubungan yang cukup erat dan  bahkan sangat berpengaruh dalam kehidupan suatu individu yang sudah mempunyai keluarga. Kelompok yang dimaksud ada bermacam-macam, dimana hubungan antara anggotanya lebih renggang bahkan tidak saling mengenal namun sangat berkaitan saru sama lain. Kelompok masyarakat sekitar yang di maksud bukan terutama dalam arti memiliki ikatan darah ataupun dalam keluarga yang sifatnya meluas, melainkan kategorial yang seperti ( teman bermain, teman sekelas, teman seprofesi, kelompok gaul, dan kelompok-kelompok yang memiliki berbagai macam kebudayaan namun sangat berpengarunh dalam kehidupan seseorang untuk menemukan jati diri mereka). Para anggota dari kelompok ini memiliki keterkaitan khusus, karena perbedaan kebudayaan yang dapat menyatukan mereka.

  1. A.    pemberbudayaan dalam keluarga

 

  1. Setiap keluarga memiliki kehidupan dan kondisi material yang berbeda-beda. Kita dapat menilai sendiri pribadi apa yang terbentuk dari sifat suatu individu yang berada dalam kondisi keluarga yang berbeda-beda. Dan apabila kita amati sejenak bagaimana suasana keluarga kita, menyangkut hubungan satu sama lain antara anggota keluarga kita, apakah sesuai dengan apa yang di harapkan oleh semua orang dengan kondisi material dan kasih sayang yang memuaskan? seperti mencintai, kehidupan harmonis dengan saling mendukung, saling merindukan, terbuka, jujur, komunikasi bsik, mau berkorban satu sama lain, saling percaya, berlaku adil, saling menghargai, saling membantu, saling melindungi, dan hidup dalam kebutuhan yang tercukupi? Atau, suasana sebaliknya: menjengkelkan, tidak menghangatkan, merasa rumah bagai neraka, mempunyai sifat yang dingin antar keluarga, saling mendiamkan, saling curiga, seing bertengkar, tidak rukun, per, tidak peduli satu sama lain, saling acuh tak acuh, hanya memikirkan diri sendiri, mencuri, memeras, dendam, berbohong, menipu, menuntut terlalu banyak, marah-marah, boros, berantakan, dan selalu hidup dalam kekurangan? Kita pun tentu dapat mengetahui kepribadian apa yang akan tercipta dari kebudayaan dan cara hidup yang berbeda-beda seperti yang di jelaskan di atas terhadap kehidupan kita sendiri.
  2. Kondisi yang sama juga kita bisa lihat kehidupan sekitar keluarga kita.  suasana kelompok dekat dimana kita termasuk salah seorang anggota didalamnya juga merupakan bagian pembentuk kepribadian yang sangat berpengaruh selain keluarga. Pada lingkungan sekitar keluarga, kita juga harus belajar Apakah kita termasuk salah seorang anggota baik atau tidak. Bagaimana sikap dan perilaku kita terhadap setiap anggota dalam kelompok-kelompok tertentu.  Apakah kita berlaku sportif, menjunjung tinggi kepentingan dan nama baik kelompok yang dekat dengan kita, menghargai dan menerima satu sama lain dalam satu kelompok tersebut, tidak egois, mau bekerjasama, mau menjalin hubungan persaudaraan, dan kompak dalam satu kelompok. Atau sebaliknya,kita bersikap tidak peduli, memikirkan hanya kepentingan sendiri, berpikir negative terhadap satu sama lain, saling menjelekkan, menjadi duri dalam kelompok, dan berkhianat? Mirip seperti dalam sebuah keluarga, suasana dalam sebuah kelompok dan masyarakat sekitar juga banyak bersumber dan ditentukan oleh kebudayaan dari masing-masing anggotanya. Kebudayaan yang dimaksudkan adalah bagaimana dalam satu kelompok tersebut bisa mewujudkan suatu tujuan tertentu dengan begitu banyaknya perbedaan dalam satu kelompok dan berusaha untuk menyatukan perbedaan tersebut dengan berdasarkan pada satu tujuan.
  1. B.    Menjalin hubungan baik dengan sekitar berdasarkan perbedaan kebudayaan

Keluarga dan masyarakat sekitar yang dekat dengan kita merupakan lingkungan awal dan utama dimana kita membentuk suatu kebudayaan di daerah dimana kita tinggal dan salah satu untuk mempererat perbedaan bedaya antar banyak keluarga, sebaiknya kita harus memberikan suasana yang baik anatar kelompok, atau bahkan mengkhayati kedekatan dan hubungan dan juga saling membangun serta memberikan sesuatu yang terbaik untuk kehidupan selanjutnya. Sama halnya terhadap keluarga kita sendiri,kita juga dapat berusaha berikan yang terbaik, untuk (membangun, memelihara dan mengembangkan suasana damai, kerukunan dan saling mencintai) karena itulah tugas dari setiap anggota yang ada dalam satu wilayah, maka kita juga harus bisa melakukan hal yang terbaik seperti dengan keluarga kita sendiri untuk menghayati hal yang sama di lingkungan yang lebih luas. Maka sebaiknya hubungan yang baik itu kita bangun dalam lingkungan yang sekiranya merupakan bagian dari diri kita, yakni keluarga dan kelompok masyarakat luas. Kehangatan dan kesejukan damai hidup bersama harus kita mulai dari keluarga kita sendiri dan masyarakat sekitar untuk masa depan yang lebih baik lagi untuk keturunan dan kebudayaan kita.

1.Fungsi Kebudayaan

Seperti yang kita ketahui bahwa indonesia memiliki banyak kebudayaan yang dapat menyatukan seluruh rakyat indonesia menjadi satu bangsa yang utuh. Dan dimulai  dari Keluarga, yang merupakan satu komunitas sosial terkecil, dan di lanjutkan ke kelompok atau organisasi yang si fatnya meluas dan berlanjut ke seluruh masyarakat. semuanya terdiri dari pribadi-pribadi dengan kedekatan yang khas, yang terbentuk oleh hubungan darah, ikatan perkawinan, hubungan batin dan kehangatan hubungan sosial sangat mendalam, juga dengan kepemilikan tujuan yang berkesesuaian. Didalam kebudayaan terdapat pola – pola perilaku yang merupakan cara – cara manusia untuk bertindak sama dan harus diikuti oleh semua anggota masyarakat, artinya kebudayaan merupakan suatu garis pokok tentang perilaku yang menetapkan peraturan – peraturan mengenai bagaimana masyarakat harus bertindak, bagaimana masyarakat melakukkan hubungan dengan orang lain atau bersosialisasi, apa yang harus dilakukan, apa yang dilarang dan sebagainya. Dan dengan kebudayaanlah suatu individu dapat berinteraksi dan mengkaitkan kehidupan kelujarganya dengan masyarakat luas.

  1. Ancaman dalam perbedaan kebudayaan

Terciptanya banyak kebudayaan di seluruh dunia berawal dari perbedaan tujuan dan keyakinan yang mereka yakini. Sebagai contoh terkecil seperti, Gagal terciptanya suatu suasana hidup yang diidamkan dalam sebuah keluarga, atau gagalnya suatu individu dalam berbaur dengan banyak orang juga, dan semua hal itu dapat terjadi karena berbagai alasan. Alasan ini bisa jadi sudah ada sejak awal terbentuknya hidup manusia, tetapi dapat juga baru timbul karena apa yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Setiap manusia mempunyai kemungkinan untuk dihinggapi hal-hal negatif yang mengancam keharmonisannya, dan ada cukup banyak kelompok yang mengalami hal-hal buruk tersebut, dengan kadar dan bentuk yang hampir sama atau berbeda jauh satu sama lain. Diantara berbagai masalah yang ada, dapat disebutkan misalnya : perpecahan antar wilayah karena pemimpin mereka yang tidak bisa bersikap adil pada setiap pihak, perbedaan warna kulit, kekerasan antar kelompok yang mengakibatkan perpecahan, adu domba karena perbedaan kehidupan, kurangnya kesinambungan dalam berkomunikasi. Begitu juga kesulitan ekonomi, penyakit atau cacat fisik dan mental yang membuat orang saling merendahkan, atau perpisahan tempat tinggal karena pekerjaan atau pendidikan. Masalah lain bisa berupa adanya cacat sosial yang membuat mereka terprovokasi  secara tidak langsung. masalah paling utama seperti, adanya berbagai perbedaan sifat dan watak serta kepribadian yang sulit dipertemukan satu sama lain. Begitu juga adanya keinginan yang sulit dipadukan,  adanya pemahaman yang berbeda tentang sesuatu hal, adanya perbedaan pendapat dalam menanggapi atau menangani suatu masalah. Bisa juga masalah itu berupa : gagalnya mewujudkan suatu keinginan atau cita-cita, mengalami kegagalan demi kegagalan dan teman mulai pada menjauh, atau adanya gossip atau issue yang memojokkan satu sama lain.. Begitu juga dengan adanya masalah (konflik) yang tidak dapat diselesaikan, sehingga semakin lama semakin bertumpu dan membawa akibat yang memberatkan bagi kehidupan pribadi dan bersama dalam organisasi atau kelompok. Dan barang kali masih banyak lagi masalah-masalah lain yang ternyata bisa ancaman dari perbedaan budaya. Masing-masing kelompok yang mengalami satu atau lebih dari hal-hal yang diatas, biasanya mengatasinya dengan cara mereka sendiri. Hasilnya pun bermacam-macam. Ada yang berusaha untuk berpisah namun tetap menjalin hubungan yang baik satu sama lain. Namun pada dasarnya perbedaan kebudayan itulah yang membuat banyak orang-orang belajar untuk saling menghargai. Walaupun terjadang sering terjadi kesalahpahaman yang dapat menghancurkan kepentingan satu sama lain. Kalau kita dapat menyadari arti terpenting dari perbedaan kebudayaan tersebut kita dapat membuat beberapa kelompok yang memiliki budaya yang berbeda menjadi satu kelompok yang mempunyai tujuan sama dan selalu hidup dalam keharmonisan. Karena masih terlalu banyak orang yang hidup berdasarkan perbedaan budaya namun tidak saling hidup dalam keharmonisan malahan hidup karena terjebak dalam sifat –sifat jahat alami diri mereka sendiri seperti ketamakan, kekuatan untuk menguasai dan merusak, karena mereka tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah mereka dapatkan dan selalu menganggap semua orang itu berbeda-beda dipandang oleh mata mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

 

Kesimpulan

Indonesia merupakan negara yang memiliki bermacam-macam budaya. Dari hal tersebutlah kita dapat menyadari bahwa setiap individu yang ada dunia memiliki sikap dan lahir di budaya yang berbeda-beda, namun dalam kehidupan mereka, segala sesuatunya sangat berkaitan dan saling berpengaruh dalam keterkaitan budaya yang berbeda-beda tersebut.

Saran

Sebagai manusia yang tidak sempurna kita harus memiliki sifat sebagaimananya manusia yang bisa saling menghargai dan saling menyayangi. Karena dengan adanya sifat saling menghargai itulah suatu kelompok dapat hidup dengan harmonis dan selalu rukun walaupun mereka berasal dari daerah yang berbeda dan budaya yang berbeda pula.

 

 

 

Referensi

http://hiudiary.wordpress.com/2010/10/28/fungsi-kebudayaan-bagi-perkembangan-hidup-manusia-dalam-masyarakat/

 

Tentang baguspermadi

i"m just ordinary boy
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s